Rumah Tahan Gempa

Indonesia berada di daerah yang rawan gempa. Daerah rawan gempa dimulai dari Aceh dan memanjang di sebelah barat Sumatra. Lalu banyak juga di Jawa, Sulawesi, dan Irian Jaya. Mungkin cuma Kalimantan yang jarang diguncang gempa.

Dari sekian banyak kejadian gempa besar yang terjadi, selalu saja ada korban jiwa. Korban jiwa bukan disebabkan oleh gempa itu sendiri. Gempa hanya mengakibatkan tanah bergerak dengan tidak menentu, akibatnya bangunan menerima beban gempa yang disalurkan dari tanah ke struktur bangunan. Namun, dari seluruh bangunan tersebut, banyak yang tidak kuat terhadap beban goncangan yang diberikan oleh gempa.

Eartquake didn’t kill people, the bad building did.

Kutipan kalimat di atas mungkin bisa menggambarkan bahwa bangunan yang buruklah yang menyebabkan banyak korban jiwa. Paling tidak ada 2 faktor yang menyebabkan bangunan tidak kuat menerima beban gempa: faktor pertama rumah memang tidak didesain untuk tahan gempa dan faktor kedua adalah rumah sudah didesain untuk tahan gempa, namun proses konstruksi menyebabkan bangunan berdiri dengan kekuatan yang tidak maksimal untuk menahan gempa.

Banyak ahli gempa dan ahli bangunan di Indonesia, banyak di antara mereka adalah dosen-dosen saya. Peraturan gempa dan bangunan juga sudah banyak dibuat untuk menjamin struktur bangunan yang tahan gempa. Namun, banyak juga para konsultan dan kontraktor nakal yang mungkin dengan sengaja atau ketidaktahuan mereka membuat bangunan yang sama sekali tidak tahan gempa.

Masyarakat umum yang sama sekali tidak berkecimpung dalam dunia sipil, mungkin tidak bisa banyak membantu dalam perencanaan dan konstruksi suatu bangunan. Banyak software yang bagus untuk bisa merencanakan struktur yang tahan gempa, misalnya Etabs, SAP2000, dll. Namun untuk menjalankan program seperti itu, dibutuhkan kemampuan sipil yang baik. Orang sipil saja mungkin tidak bisa menjalankan program seperti itu, apalagi masyarakat yang tidak tahu menahu ketekniksipilan 🙂

Untuk itu, dibutuhkan suatu media yang bisa membantu masyarakat luas untuk menjamin dan merencanakan bangunan tahan gempa. Media yang saya maksudkan adalah media baik berupa teks, gambar, program aplikasi, dan media lain yang bisa menjelaskan dengan mudah tata cara perencanaan bangunan tahan gempa.

Saya dan teman-teman saya di Teknik Sipil berencana untuk membentuk media tersebut agar nantinya bisa dipakai oleh banyak orang. Media ini akan memberikan gambaran bagaimana membangun rumah tahan gempa, yang tak kalah penting adalah aplikasi yang kami buat untuk mendesain bangunan tahan gempa namun bisa dibaca dengan mudah oleh masyarakat awam, serta tidak butuh pengetahuan khusus teknik sipil 🙂

Walaupun nilai beton saya jelek, nilai kuliah dinamika struktur saya sangat rendah, semoga bukan menjadi halangan dalam membuat sesuatu yang bermanfaat. Bagi saya pembelajaran berkesinambungan (meskipun kuliahnya sudah selesai) bisa menjadi kunci sukses untuk meraih sesuatu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *