Cerita Dibalik Seorang Admin

Kurang lebih selama 4 tahun kuliah di ITB, maka hampir selama 2,5 tahun pula saya dipercayakan menjadi admin jaringan di beberapa tempat di kampus tersebut. Kalo kamu belum tau apa itu admin jaringan, maka ringkasnya kamu bisa membayangkan bahwa admin jaringanlah yang memastikan internet bisa berjalan, baik itu servis email, website-website fakultas, monitoring server-server, layanan pertanyaan seputar internet bagi yang belum tau, dan memastikan semua komputer terhubung dengan baik ke internet.

Saya memulai pekerjaan sebagai admin ketika saya diterima masuk di unit Amateur Radio Club (ARC ITB). Kalo kamu mau berkembang di bidang IT dan jaringan internet, pastikan kamu masuk ke unit yang satu ini (true story). Ketika itu saya sudah tingkat 2 dan memasuki semester ke-4. Kebetulan salah satu admin di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan mengundurkan diri karena mau fokus mengerjakan Tugas Akhir. Lowongan yang kosong ini tentu saja saya manfaatkan untuk bisa terjun langsung ke pekerjaan real yang sebenarnya. Soalnya selama 5 bulan sebelumnya saya masih dalam tahapan bersemedi belajar atau ngoprek di laptop sendiri.

Sewaktu memasuki tingkat 3 saya dipercayakan menjadi admin utama di bawah USDI ITB sebagai admin email. Awalnya saya masih menjadi admin junior dan dalam bimbingan admin senior saya, baru setahun kemudian setelah memasuki tingkat ke-4 saya dipercayakan menjadi admin senior hingga tingkat 4 berakhir.

Lalu apa saja suka dukanya? Tentu banyak sekali. Saya yakin pengalaman yang seperti ini mungkin tidak akan saya dapatkan di tempat lain setelah saya keluar dari ITB. Menjadi admin jaringan itu bisa dibilang tidak gampang. Bekerja di bawah tekanan setiap hari pastinya tidak akan membuat gampang segalanya bahkan kadang mengganggu proses kuliah. Pernah pada awal menjadi admin, saya harus pulang jam 3 pagi dari kampus karena harus menyelesaikan migrasi sebanyak 100 lebih website. Pernah juga saya ga tidur selama 3 hari (cuma tidur sedikit) karena server email yang saya tangani rusak berat. Kuliah pun kadang ga mandi karena dari unit langsung masuk ke kelas dan ga sempat balik ke kost.

“Google is your answer” malah kadang tidak berlaku. Tiba-tiba kamu menemukan error pada sistem komputer lalu mencarinya lewat mesin google dan google memberikan 0 hasil. Yang pasti pekerjaan ini membuat kamu memiliki mental baja dan gak gampang menyerah.

Namun, menjadi seorang admin juga memiliki banyak keuntungan. Setelah kamu menjadi admin menjadi beberapa tahun, kamu akan memiliki banyak pengetahun teknis dan non-teknis tentang internet. Selain itu, kamu juga bisa belajar sabar dan menghadapi orang-orang ketika ditanya banyak hal yang sebenarnya ringan untuk dijawab. Belajar menyelesaikan masalah dengan cara yang runut dan belajar mendesain suatu sistem agar berjalan dengan baik adalah salah satu keuntungan yang bisa dipelajari di sini. Terbuka terhadap berbagai masalah, bersedia menerima kritik dan saran, bisa memberikan argumen yang logis dalam menanggapi suatu komentar dan perintah tentu membentuk karakter saya selama ini. Saya yakin kerangka berpikir yang demikian paling tidak bisa membantu saya bertahan selama ini 😀

Yah, mungkin setelah saya bekerja nanti, saya pasti akan lupa semua itu. Kalo ditanya soal karir, mungkin saya lebih condong ke mayor pendidikan saya, Teknik Sipil. Tentu saja saya yakin karena ternyata teknik sipil tidak seburuk yang saya pikirkan ketika dulu masuk kuliah. Saya juga berencana mengambil master dan doktor di teknik sipil, meskipun banyak teman saya yang menyarankan saya mengambil jurusan IT. Namun bagi saya sendiri, dunia IT hanyalah sebagai passion, hobi, kegemaran, dan mungkin hanyalah hadiah kecil yang saya peroleh ketika berkuliah di kampus ini. Percaya dan yakinlah kerja keras dan kesulitan yang kita hadapi saat ini hanyalah rintangan pada jalan untuk mencapai kesuksesan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *