SEO untuk Jurnal Ilmiah

Kalo banyak orang membicarakan Search Engine Optimization (SEO) pada web-web mereka, saya akan membawakan artikel yang sedikit berbeda yaitu mengenai SEO khusus untuk jurnal-jurnal ilmiah.

Saya sebagai mahasiswa bidang rekayasa (engineering) sangat sering mencari artikel mengenai bidang yang berhubungan dengan profesi saya, yang paling sering adalah berkaitan dengan dokumen ilmiah, baik itu dokumen teknis, dokumen pendukung teori, ataupun dokumen ilmiah lainnya. Seperti tulisan-tulisan ilmiah lainnya, sebuah tulisan akan lebih bisa dipercayai dan diakui jika tulisan tersebut berada pada tempat yang tepat, misalnya saja website jurnal ilmiah atau website organisasi/perusahaan yang memang bergerak secara profesional di bidang itu, contohnya dokumen yang diletakkan di website sebuah laboratorium, atau website sebuah konsultan.

Format tulisan yang diberikan pun bisa bermacam-macam, mulai dari halaman HTML statik, file presentasi, Microsoft Word (docx), arsip (zip), postscript (ps), Latex, hingga yang terkenal saat ini adalah format PDF. Semua dokumen tersebut terindeks oleh Google. Permasalahan yang sering terjadi adalah banyak artikel-artikel yang bagus namun tidak muncul di halaman depan (baru muncul di halaman ke-n pada hasil pencarian Google).

Setelah melakukan riset (pengamatan) dalam beberapa waktu belakangan ini, saya mengambil beberapa kesimpulan agar dokumen terindeks dengan baik oleh Google:

  1. Dokumen ilmiah sebaiknya ditulis dalam format PDF. Selain format ini memiliki ukuran file yang kecil, format PDF juga bersih dan nyaman saat di baca. Semua orang akan lebih suka membaca file yang siap dibaca dan diprint seperti PDF dan tidak seperti format file yang masih bisa diedit (doc, odt, ppt) dan masih diberi garis bawah berwarna merah akibat fungsi spell checker pada word processor. Hal ini memang tidak berhubungan langsung dengan teknik SEO, tapi pembaca akan lebih memilih membaca format PDF dibandingkan format lainnya.
  2. Beri nama file dengan judul yang sesuai dengan isi artikel. Contohnya saja judul artikel adalah Pushover Analysis for Tall Building, maka beri saja nama file dengan nama yang sama: Pushover Analysis for Tall Building.pdf. Dengan teknik seperti ini, Google akan memberikan nilai lebih pada dokumen tersebut.
  3. Beri judul file dengan nama yang sama dengan judul pada isi artikel. Bingung ya? Maksudnya, ketika kita membuka sebuah file PDF, halaman pertama akan menampilkan judul isi artikel, namun judul file belum tentu sama. Coba saja tekan Alt+Enter pada saat membuka file dengan PDF viewer, kamu akan melihat judul file yang sebenarnya. Judul inilah yang akan diindeks sebagai judul file kita, bukan judul yang diberikan pada halaman pertama file PDF tersebut. Software konverter ke pdf biasanya memberikan opsi untuk judul artikel tersebut.
  4. Beri 1 halaman web khusus untuk tiap 1 artikel. Untuk mengunduh file PDF tersebut, ada baiknya untuk membuat 1 halaman khusus untuk tiap 1 artikel, jangan lupa untuk memberi title halaman web pada header dengan judul artikel tersebut. Bila perlu halaman ini memuat abstrak dokumen ilmiah dan link download untuk artikel ilmiah yang dimaksud.
  5. Semakin banyak artikel yang terpublish di web tersebut, maka semakin tinggi pula nilainya dan akan sering ditampilkan di halaman depan hasil pencarian Google.

2 thoughts on “SEO untuk Jurnal Ilmiah

  1. Hallo bapak, saya dari fakultas ilmu komputer UBL – Lampung, saya butuh jurnal SEO, kalau bapak ada dan mau bantu saya saya sangat membutuhkan jurnal SEO untuk keperluan penulisan ilmiah. Saya cari no. hp kok tidak ada, tolong pak ya kontak saya di 085838999409, terima kasih bapak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *