Hantu Kamar Mandi Sekolah

Pada suatu hari ketika dulu masih masa Sekolah Dasar, banyak terdengar rumor bahwa kamar mandi di sekolah ada hantunya. Ada yang percaya, banyak juga yang tidak percaya, bahkan yang cuek juga ada. Kebetulan sekolahku dulu masih dalam tahap pembangunan gedung baru, jadi keadaan sekolah masih banyak yang bersifat sementara (temporary), termasuk kamar mandi.

Suasana gedung sekolah juga bisa dibilang remang-remang, tidak banyak cahaya yang masuk, penerangan dari lampu juga terbatas. Apalagi kamar mandi hanya diterangi lampu secukupnya. Kondisi kamar mandi tidak banyak berbeda dari kamar mandi pada umumnya, ada bilik kamar mandi jongkok dan tiap bilik dibatasi oleh pintu dan 3 sisi dinding. Ada sekitar 4 bilik yang berjejer sederet. Di depan bilik tadi terdapat sebuah selokan khusus untuk buang air kecil untuk anak laki-laki.

Hingga pada suatu hari berikutnya, ketika saya berada di ruangan kelas, ada berita yang mengabarkan bahwa hantu kamar mandi benar-benar ada. Buktinya, sebuah pintu bilik kamar mandi tertutup dan tidak bisa dibuka! Beberapa usaha sudah dilakukan untuk membuka pintu, lalu mengetuk-ngetuk pintu siapa tau ada orang yang tertidur atau pingsan di dalamnya. Namun tidak ada balasan.

Saya menjadi penasaran dan segera menuju kamar mandi. Suasana menjadi begitu ramai karena adanya berita ini. Namun, seingat saya tidak ada guru yang berada di sana. Ruangan guru cukup jauh dari jangkauan pandangan ke arah kamar mandi. Saya pun yang ketika itu duduk di kelas 6 segera masuk dan melihat pintu yang tertutup.

Saya mencoba membuka pintu namun tidak bisa dibuka. Saya melihat berbagai kemungkinan untuk bisa segera membuka kamar mandi dan membubarkan kerumunan.

Kamar mandi ini ditutupi oleh 4 sisi, namun ke-empat sisi ini tidak menutup hingga lantai di atas. Bilik kamar mandi hanya setinggi 2 meter! Ahaa, mungkin saya bisa masuk ke bilik sebelah dan naik dari atas lalu masuk ke dalam bilik yang tertutup. Saya pun lalu mencoba naik melalui bilik disebelahnya. Agak susah untuk bisa memanjat hingga ke atas karena tubuh saya sewaktu SD tidak cukup tinggi untuk memanjat dinding setinggi orang dewasa.

Sayapun berhasil naik lalu turun ke kamar mandi yang tertutup. Tidak ada siapa-siapa di sana. Pintu kamar mandipun tertutup dari dalam. Saya memeriksa keadaan bilik sebentar lalu kemudian membuka pintu. Saya pun berteriak, “Tidak ada siapa-siapa di dalam. Ayo semuanya bubar!”

Saya pun kemudian bergerak menuju kelas. Saya lalu membuka kemungkinan bahwa bisa saja ada orang lain yang sengaja menutup pintu bilik kamar mandi lalu memanjat naik ke bilik di sebelahnya. Tapi siapa yang tau?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *